๐–˜๐–”๐–ˆ๐–Ž๐–†๐–‘ ๐–’๐–Š๐–‰๐–Ž๐–†

๐“ด๐“ช๐“ท๐“ฐ๐“ด๐“พ๐“ท๐“ฐ ๐ŸŒฑ


Jadi aku sama velika mulai menanam kangkung dari tanggal 20 Januari 2026 sampai 10 Februari 2026, aku dan velika menanam kangkung di sekolah sebagai bagian dari ujian praktek kamu. Awalnya aku pikir ini cuma kegiatan biasa, tapi ternyata prosesnya cukup menantang. Kami menyiapkan pot dan tanah, lalu menanam benih-benih kecil yang kelihatannya sederhana banget. Setiap hari kami bergantian menyiram dan mengecek perkembangannya. Di hari-hari awal belum terlihat perubahan, hanya tanah yang basah dan pot yang tetap sama. Sampai akhirnya beberapa hari kemudian muncul tunas kecil berwarna hijau. Rasanya senang karena usaha yang dilakukan mulai terlihat hasilnya.

Tapi ternyata tidak semua benih tumbuh. Dari banyak yang ditanam, hanya beberapa yang benar-benar berhasil berkembang. Awalnya aku kecewa karena berharap semuanya bisa tumbuh dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai menerima bahwa tidak semua usaha langsung menghasilkan sesuai harapan. Yang penting adalah tetap merawat dan tidak berhenti di tengah jalan. Bahkan ada beberapa tanaman yang bertahan hingga hari ke-21, dan itu sudah cukup membuktikan bahwa usaha yang konsisten tidak pernah sia-sia.

Dari pengalaman ini aku belajar tentang kesabaran dan tanggung jawab. Menanam kangkung mengajarkan aku bahwa pertumbuhan tidak bisa dipaksakan. Semua ada waktunya. Dalam iman Katolik, aku teringat ayat dari Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Aku juga teringat perumpamaan tentang benih dalam Markus 4:26-29, bahwa Kerajaan Allah itu seperti orang yang menabur benih; benih itu tumbuh tanpa ia tahu bagaimana caranya. Dari situ aku sadar bahwa tugasku hanyalah menanam dan merawat, sedangkan Tuhan yang memberi pertumbuhan.

Pada akhirnya, kegiatan sederhana ini membuatku lebih menghargai proses dan ciptaan Tuhan. Aku belajar bahwa dari hal kecil seperti kangkung, ada pelajaran besar tentang iman dan kehidupan. Aku bersyukur karena lewat kegiatan ini aku tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga tentang arti setia dalam hal kecil.




Doa Syukur:
Tuhan, terima kasih atas kesempatan belajar melalui pengalaman sederhana ini. Terima kasih untuk benih yang tumbuh dan juga untuk proses yang mengajarkan kesabaran. Ajarkan aku untuk tetap setia dalam hal-hal kecil, percaya pada waktu-Mu, dan tidak mudah menyerah. Semoga aku bisa terus menjaga ciptaan-Mu dengan penuh tanggung jawab. Amin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar